ini Qatar Airways
Gimana ga seneng, awalnya ekspektasiku dan suami adalah bakal naik pesawat Emirates, tapi ternyata naik Qatar Airways dan transit di Doha.
TAKBIR!!
ALLAHU AKBAR!
Kepala aku rasanya kayak mindblowing, karna Qatar Airways saat ini adalah maskapai terbaik di dunia yang mendapatkan status five stars airlines dari Skytrax.
Sudah begitu ditambah pula transit di airport terbaik ke-2 saat ini.
Aku langsung siapin hp full baterai buat konten tiktok, mari dukung akun kecil yang jarang update itu wkwkwk.
wajah sumringah sebelum naik Qatar Airways
Pertama kali menginjakkan kaki ke dalam pesawat Qatar Airways, pramugarinya langsung dengan sangat ramah nunjukkin lorong tempat duduk ekonomiku di sisi kiri atau kanan, karna pesawat besar yang formasi bangkunya 3-3-3.
Begitu melihat tempat naruh koper kabin, aku salfok sama mirror kecil yang ditempel di atas kabin yang fungsinya biar keliatan kalau ada barang nyempil di dalem, jadi kepala kita ga perlu ngedangak clingak clinguk kayak jerapah.
Gila, hal kecil kayak gitu aja mereka pikirin.
the useful small mirror
Karna aku pulang pergi semuanya naik Qatar Airways, jadi aku uda ngerasain berbagai jenis pesawatnya dari yang kecil/medium, besar, hingga yang terbesar.
Mau pesawat ukuran apapun tetep dapat bantal dan selimut sebagai sleeping kit, tapi untuk pesawat besar dapat tambahan penutup mata dan kaos kaki.
Sebelum take-off, dapat refreshing tissue gratis biar muka kita glowing se-glowing pencapaian Qatar Airways.
Untuk take-off dan landing, MULUS BANGET.
Yang biasanya aku ketiduran dan pasti slalu terbangun di tiap take-off/landing pesawat, tapi di Qatar Airways aku bangun “loh kok tiba2 uda di atas awan”, “loh kok tiba2 uda meluncur di bawah” dan pas aku lagi ga ketiduran, “oh pantes, mulus banget kayak angin”
Tapi aku sempet bete juga karna udah nyiapin hp di tangan buat record sky view pemandangan di Jeddah, tapi karna saking mulusnya itu take-off malah jadi kelewatan.
Penerbangan berturut-turut dapat window seat tapi ga ngerekam sky view itu kayak jendela pesawat berteriak pake logat malaysia “kau tak nampak aku ke??!”
Untuk makanannya, rasa dan porsinya juga sama semua mau pesawat ukuran manapun. Bedanya, kalau di pesawat besar sehabis makan selalu dapat biskuit biscoff satu biji.
Untuk menu sarapan, pilihannya sweet dan salty.
Kalau sweet dapat waffle, kalau salty dapat sausage and egg (kalau ga salah) atau potato and egg? Duh aku lupa dah, keknya harus naik lagi deh eheheh.
Aku paling suka menu makan siangnya karna ada eskrim dan full buah melon yang seger dan manis.
Ga deng, mie nya juga enak.
Minesnya cuman kurang banyak.
Untuk enak atau nggak menunya itu tergantung selera masing-masing sih ya.
Kalau aku sih cocok banget sama makanannya, dari menu sarapan hingga makan malamnya menurutku enak-enak semua.
Apalagi dessertnya, aku suka banget.
Kalian lihat yang wadah bulet warna cream itu, itu aku gatau namanya apa tapi enak banget.
Plis kasitau aku kalau ada yang tau namanya, karna aku suka banget banget banget.
Dapetin dessert yang tadi itu cuma di menu makan malam yang ini.
Mashed potatonya enak banget, lembut, tapi untuk bumbu dagingnya masi enakan bumbu daging nasi padang kata gue mah.
Rasanya tuh arab banget gitu, arab yang kentel gitu, jadi pas makan kayak ada bisikan “habibi ini halal habibi habisin”. Jadi aku setengah mati ngabisin dagingnya padahal ga suka.
Sampai tray makanan aku jadi yang paling akhir di ambil, untung pramugaranya service terbaik di dunia, dia biarin aku ngabisin makananku padahal 20 menitan lagi mau landing, dia cukup kasi info estimasi waktunya tanpa buru-buruin atau ambil makananku atau suruh aku tutup meja lipatku karna bentar lagi landing.
Pas tray aku di ambil juga ga ada wajah yang nunjukkin “bete banget dah w harus nungguin ni orang makan daging arab”
Salut banget sih aku, ga perlu mempertanyakan lagi kenapa bisa jadi service yang terbaik.
Tapi ternyata tau ga sih suami aku juga kurang cocok sama menu yang rempah arab banget, bahkan menu ayam kari bagi dia yang pecinta kari aja dianya kurang suka.
Ah pokoknya kalau nanti naik Qatar Airways lagi (amin) aku mau skip makan malemnya, mau request dessert sama jus aja.
Hal kecil yang bikin aku seneng waktu makan, peralatan makan kayak sendoknya itu beneran sendok besi bukan plastik ataupun kayu. Habisnya kalau di pesawat G*ruda sekarang sendoknya udah ganti jadi kayu :(
Plis ibuk2 indo stop bawa pulang peralatan makan pesawat biar maskapai yang itu sendoknya balik jadi besi lagi.
Untuk entertainment, wah the best sih.
Pilihan film dan seriesnya banyak banget, recent moviesnya juga lumayan update, ampe bingung mau nonton yang mana.
Lagu-lagunya juga banyak, jadi ga bakal bingung 10 jam di pesawat ngapain aja.
Nontonnya juga nyaman karna tvnya segede ipad dan bisa di atur posisinya, touchscreennya pun lancar, eits tapi ini yang di pesawat besar aja ya, pesawat kecil ga ada tvnya tapi kamu masih bisa nonton kok dengan konekin wifi mereka ke hpmu.
Untuk toiletnya, ya standar toilet di pesawat.
Agak kecewa karna di Qatar Airways ternyata ga ada disediain gelas kertas kecil buat kumur-kumur, sisanya ada semua, kayak sabun cair, hand sanitizer, hand cream, parfum, berbagai jenis tisu, dsb.
Yak, begitulah review tentang pengalaman aku naik maskapai Qatar Airways
Gapapa kelas ekonomi, at least Economy Qatar Airways *cetasss
Bonus review sewaktu transit di Hamad International Airport, Doha Qatar.
Semua proses pelayanannya serba sat set karna petugasnya banyak.
Wifinya gratis ga ribet, ga busuk, cepet banget buat ukuran wifi gratisan bandara.
Bandaranya keren dan gede banget dah, itupun belum aku jelajahi semua karna cuma punya waktu sejam.
Banyak instalasi seni kayak patung-patung, dan patung paling ikonik di sana adalah patung boneka beruang raksasa warna kuning.
Berhubung aku post ini di saat semua penerbangan di Middle East sedang cancel besar-besaran akibat serangan konflik Iran dan USA, semoga situasinya segera membaik biar penerbangannya kembali beroperasi dengan normal dan semuanya bisa kembali pulang ke tanah air masing-masing dengan aman dan selamat, amin.
Di satu sisi aku bersyukur udah balik ke Indonesia sebelum ada kejadian perang ini, di sisi lain aku sedih baca dan nonton berita orang-orang yang penerbangannya di cancel dan stuck di sana :(
Jadi sedi gini ending postnya :(((






